Sabtu, 18 April 2009

UU HAM

Lihat Undang-undang tenatang Hak Asasi Manusia (HAM)
Klik disini

Minggu, 12 April 2009

KUHP

KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA
(WETBOEK VAN STRAFRECHT)

Daftar isi


BUKU KESATU: ATURAN UMUM
I Batas-batas berlakunya Aturan Pidana dalam Perundang-undangan
II Pidana
III Hal-hal yang Menghapuskan, Mengurangi atau Memberatkan Pidana
IV Percobaan
V Penyertaan Dalam Tindak Pidana
VI Perbarengan Tindak Pidana
VII Mengajukan dan Menarik Kembali Pengaduan dalam Hal Kejahatan yang Hanya Dituntut atas Pengaduan
VIII Hapusnya Kewenangan Menuntut Pidana dan Menjalankan Pidana
IX Arti Beberapa Istilah yang Dipakai dalam Kitab Undang-undang (Ps. 86-102)
Aturan Penutup (Ps. 103)

(untuk lebih lengkap Klik disini)

PENDEKATAN LAHIRNYA TEORI-TEORI KRIMINOLOGI

Slide 2
1.Spiritualisme
penjelasan spiritualime memfokuskan perhatin pada perbedaan antara kebaikan yang datangnya dari dewa/tuhan dan keburukan yang datangnya dari setan. seseorang yang telah melakukan suatu kejahatan dipandang sebagai orang yang telah terkena bujukan setan (Evil/Demon).
Metode-metode pembuktian kesalahan pada masy primitif dengan berbagai bentuk kepercayaan yang mereka yakini sebagai sebuah kebenaran.
Sanksi bagi pelanggar norma: bencana alam
Kelemahannya: tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.

(untuk lebih lengkap klik di sini)







Psychology Criminal - Antropological Criminals

Artikel ini terjemahan dari www.bookrags.com/wiki/Anthropological_criminologyTop of Form


translated by;

Aliyth Prakarsa (Tenaga Pengajar Fakultas Hukum, Bidang Pidana UNTIRTA - Banten)


Daftar Isi

  1. Sejarah

  2. Mahzab Italia

  3. Pengambilan Foto dan Sidik Jari

  4. Aliran Sosial Darwinisme

  5. Teori

  6. Penolakan

  7. Jaman Modern

  8. Catatan Kaki

  9. Daftar Pustaka


Psikologi kriminil adalah ilmu tentang kehendak, pikiran, niat dan reaksi dari penjahat. Psikologi kriminil memiliki hubungan dengan bidang antropologi kriminil. Kajiannya lebih mendalam kepada apa yang membuat seseorang melakukan kejahatan, tapi juga reaksi setelah kejahatan, diluar atau didalam pengadilan. Pakar psikologi kriminil sering dipanggil sebagai saksi dalam kasus persidangan untuk menolong para juri memahami pikiran dari penjahat. Psikiatri juga berhubungan dengan aspek tingkah laku kejahatan.

Psikologi kriminil

Psikologi kriminil adalah ilmu tentang kehendak, pikiran, niat dan reaksi dari penjahat. Psikologi kriminil memiliki hubungan dengan bidang antropologi kriminil. Kajiannya lebih mendalam kepada apa yang membuat seseorang melakukan kejahatan, tapi juga reaksi setelah kejahatan, diluar atau didalam pengadilan. Pakar psikologi kriminil sering dipanggil sebagai saksi dalam kasus persidangan untuk menolong para juri memahami pikiran dari penjahat. Psikiatri juga berhubungan dengan aspek tingkah Psikologi kriminil
Psikologi kriminil adalah ilmu tentang kehendak, pikiran, niat dan reaksi dari penjahat. Psikologi kriminil memiliki hubungan dengan bidang antropologi kriminil. Kajiannya lebih mendalam kepada apa yang membuat seseorang melakukan kejahatan, tapi juga reaksi setelah kejahatan, diluar atau didalam pengadilan. Pakar psikologi kriminil sering dipanggil sebagai saksi dalam kasus persidangan untuk menolong para juri memahami pikiran dari penjahat. Psikiatri juga berhubungan dengan aspek tingkah laku kejahatan.

Sejarah
Riwayat
Bagian utama dari psikologi kriminil adalah mengetahui riwayat pelaku dimulai sejak 1940 ketika Kantor Pelayanan Strategis Amerika Serikat meminta William L. Langer anak dari Walter C. Langer, pembaharu psikiatri terkemuka, untuk menggambarkan riwayat/profil Adolf Hitler. Setelah Perang Dunia II ahli psikologi Inggris Lionel Haward ketika bekerja pada Angkatan Udara Kerajaan, menggambarkan urutan karakteristik dengan rangking tertinggi para penjahat perang Nazi dapat dipertunjukkan, untuk dapat dikenali diantara prajurit-prajurit biasa dan tentara udara yang telah tertangkap. Pada 1950, ahli psikiatri AS James A. Brussel menggambarkan apa yang menyebabkan menjadi profil luar biasa akurat dari pelaku pengeboman yang telah meneror New York. Perkembangan tercepat terjadi ketika FBI membuka akademi pelatihannya di Quantico, Virginia. Pelatihan itu mengantarkan pembentukan Pusat Nasional Analisis Kejahatan Kekerasan dan Program Penangkapan Penjahat Kekerasan National (Center for the Analysis of Violent Crime and the violent criminal apprehension program). Tujuannya adalah untuk memiliki sistem yang dapat diambil jaringan diantara kejahatan besar yang tidak terpecahkan. Di Inggris Raya, Profesor David Canter sejak pertengahan 1980 merupakan pelopor yang menolong untuk mengarahkan para polisi detektif kepada pelaku yang melakukan rangkaian serangan fatal, tapi Canter melihat batasan dari “periwayatan pelaku” – dalam hal, subjektifitas, pendapat pribadi dari seorang ahli kejiwaan (psikolog). Dia dan rekannya telah membuat definisi dari psikologi investigasi dan telah mencoba untuk pendekatan subjek dari apa yang telah mereka lihat sebagai sudut pandang yang lebih ilmiah.

Kritik
Diantara orang-orang yang tercatat sebagai pengkritik bagaimana psikologi dan psikiatri penanganan kejahatan sebagai sebuah identifikasi adalah Filosof asal Perancis Michael Foucalt dalam Discipline and Punish. Foucalt menunjukkan bahwa, sejak keahirannya, penjara telah dikritik oleh para tokoh pergerakan reformis, yang telah menunjukkan bahwa penjara telah menciptakan kelas para penjahat profesional (residivis), terpisah dari kelas-kelas umumnya, dan sering digunakan oleh polisi sebagai informan dan untuk melaksanakan operasi terselubung. Dengan kata lain, jauh dari kejahatan yang mencekik, gerakan reformis menunjukkan bahwa pejara menciptakan dan melakukan sebuah kelas para penjahat profesional.

Selanjutnya, Foucalt menyimpulkan bahwa penjara telah diduga keras gagal (dalam merehabilitasi para penjahat) bahwa kenyataanya itu berhasil, dan bahwa hal tersebut telah digunakan sebagai disiplin teknologi untuk mengatur populasi. Foucalt juga menujukkan bahwa, jika sistem penghukuman di Permulaan Eropa Modern telah menghukum kejahtan itu sendiri, tindakan itu sendiri, displin baru sistem telah menghukum seseorang, dan bukannya kejahatan. Tidak dipertanyakan: “apa yang telah kau lakukan? (sebagaimana dalam aliran kriminologi klasik; seperti Cesare Beccaria dan Jeremy Bentham), tetapi “who are you?” (sebagai mana dalam aliran Italia, Cesare Lombroso, dll) dalam pandangan ini, peranan antropologi kriminl, psikiatri, dll., menjadi bukti sebagai perangkat yang telah digunakan untuk menciptakan gagasan dari ”orang berbahaya”

Kriminologi Antropologis (terkadang sering juga disebut antropologi kriminal, gabungan kajian ilmu mengenai manusia dan ilmu kriminal) merupakan sebuah bidang untuk mengetahui riwayat pelaku, berdasarkan hubungan-hubungan antara sifat jahat dan kepribadian atau tampilan fisik dari pelaku. Meskipun ada kesamaan dengan physiognomy dan phrenology, istilah antropologi kriminil secara umum merupakan hasil pemikiran dari Kriminologi Mahzab Italia pada akhir abad ke 19 (Cesare Lombroso, Enrico Ferri, Raffaele Garofolo).

(untuk lebih lengkap klik disini)

Kamis, 09 April 2009

Tugas Individu Pengganti Pre/Post Test 2

TUGAS KRIMINOLOGI
*** Setaraf dengan point (1 x Pre/Post Test) ***
(Tugas Individu sebagai Pengganti bagi yg Tidak Ikut/Kurang Puas terhadap Point Pre/Post Test. Untuk Kls IV A,C, G)
(Wajib Bagi Seluruh Mahasiswa Kelas IV E, IV F)

Soal untuk mahasiswa dg NIM GANJIL (contoh: 070103, 051343, 082247 dst)
1) Jelaskan Pengertian Kriminologi menurut WA Bonger yang membagi kedalam cakupan Kriminologi Murni dan Kriminologi Terapan! (Bobot point 4)
2) Buat kesimpulan pandangan para sarjana yang menganut Aliran Hukum atau Yuridis dalam memberikan pengertian mengenai Objek Studi Kriminologi (Bobot point 3)
3) Paparkan pemikiran tokoh berikut ini dalam memberikan penjelasan Biologis atas kejahatan
a. Cesare Lombrosso (1835-1909)
b. Enrico Ferri (1856-1929) (Bobot point 3)

Soal untuk mahasiswa dg NIM GENAP (contoh: 070104, 051344, 082248 dst)
2) Jelaskan gambaran kejahatan menurut Austin Turk?! (Bobot point 4)
3) Buat kesimpulan pandangan Kriminologi Baru dalam memberikan pengertian mengenai Objek Studi Kriminologi (Bobot point 3)
4) Paparkan pemikiran tokoh berikut ini dalam memberikan penjelasan Biologis atas kejahatan
a. Raffaele Garofolo (1852-1934)
b. Charles Buchman Goring (1870-1919) (Bobot point 3)

Ketentuan Lain:
1. Tugas dikumpulkan dalam 2 bentuk (pilih salah satu, atau keduanya lebih baik) :
• hard copy (diketik menggunakan huruf Times New Roman 12, Spasi 1,5)
• bentuk soft file nya dikirim via email: prakarsa_a@yahoo.com atau prakarsa79@gmail.com (dlm subject email, ketik TPK 2)
2. Batas Pengumpulan Tugas Max Tanggal 22 April 2009 jam 13. 00 (setelah batas waktu ini maka tugas tidak akan diterima)
3. Sertakan Nama, NIM dan Kelas



*** (Jangan sia-siakan hasil usaha Anda dengan berbuat kecurangan atau memfasilitasi orang lain menjiplak hasil Anda. Terimakasih!) ***

Tugas Pengganti Pre/Post Test 1

TUGAS KRIMINOLOGI
*** Setaraf dengan point (1 x Pre/Post Test) ***
(Tugas Individu sebagai Pengganti Bagi yg Tidak Ikut/Kurang Puas terhadap Point Pre/Post Test. Untuk Kls IV A,C, E, G,)

Bahan dapat dicari dari internet, masing-masing 1 kasus sesuai klasifikasi dibawah. Cari kasus – kasus kejahatan yang erat kaitannya dengan kajian ilmu kriminologi yang termasuk kedalam Klasifikasi penjahat menurut Cessare Lombrosso berikut ini:

1. Born Criminal:
2. Insane Criminal:
3. Occasional Criminal (criminaloid):
4. Criminal of Passion:

Instrumen Penilaian (Jangan lupa sertakan);
• Nama Pelaku, Korban dan Jenis Kejahatan
• Lokasi kejadian (locus dellicti, bisa dalam/luar negeri). Waktu Kejadian (tempus dellicti, tidak terjadi sebelum tahun 1990)
• Sumber bahan diperoleh darimana dan tanggal pemberitaan
• Tulis Nama, NIM dan Kelas
• (Bobot point keseluruhan; 10)

Contoh: Kejahatan yang termasuk kedalam Klasifikasi Criminal of Passion:
Sumber bahan: www.tipes-magazine.com tanggal 19 Agustus 2000
Pada tanggal 17 Agustus 2000, telah terjadi Pembunuhan sadis oleh Pelaku; Ballack Obat Maag terhadap Korban; George Kenek Bus. Pelaku membunuh dengan cara menusuk korban dengan gunting kuku, memotong-motong tubuh korban lalu daging korban dijadikan rendang kemudian dijual dirumah makan padang ”Bundo Kanduang cabang Washington, Amrik sana. Setelah ditelusuri oleh pihak FBI, pelaku tega melakukan pembunuhan tersebut dilatar belakangi oleh dendam Ballack Obat Maag karena George Kenek Bus menghianati cintanya, padahal mereka sudah merencanakan pernikahan pada tanggal 5 Oktober 2000.
Ketentuan Lain:
1. Tugas dikumpulkan dalam 2 bentuk (pilih salah satu, atau keduanya lebih baik) :
• hard copy (diketik menggunakan huruf Times New Roman 12, Spasi 1,5)
• bentuk soft file nya dikirim via email: prakarsa_a@yahoo.com atau prakarsa79@gmail.com (dlm subject email, ketik TPK 1)
2. Batas Pengumpulan Tugas Max Tanggal 22 April 2009 jam 13. 00 (setelah batas waktu ini maka tugas tidak akan diterima)
3. Sertakan Nama, NIM dan Kelas

*** (Jangan sia-siakan hasil usaha Anda dengan berbuat kecurangan atau memfasilitasi orang lain menjiplak hasil Anda. Terimakasih!) ***

Pengganti Tugas Bedah Artikel

TUGAS KRIMINOLOGI
(Tugas Individu/Kelompok sebagai Pengganti Bagi yg tidak Membuat Tugas Bedah Artikel)

Analisis ”Kasus Pembunuhan oleh Ryan” dengan menggunakan kajian ilmu kriminologi dan hukum pidana.

A. Sumber Bahan dapat berupa;
1. Sumber berita berasal dari Koran Nasional dan Lokal, jangan lupa sertakan tanggal penerbitan.
2. Sumber berita juga dapat diperoleh dari website atau blog milik koran lokal/nasional atau milik stasiun televisi (contoh: www.liputan6.com, seputar indonesia, dll). jangan lupa juga sertakan tanggal penerbitan, setiap bahan-bahan yang diambil.
Contoh; Ryan Dituntut Hukuman Mati, sumber http://kompas.co.id tanggal 23 Maret 2009.

B. Batasan Kajian (Analisis) Ilmu Kriminologi berdasarkan:
• Temukan latar belakang kehidupan Ryan sejak kecil hingga dewasa, siapa orang tuanya, pola asuh orang tua dan reaksi masyarakat yang dapat mendorong Ryan menjadi Penjahat.
• Temukan latar belakang yang menyebabkan Ryan melakukan kejahatan dan lakukan analisis semua perbuatan Ryan yang dianggap menyimpang dengan menggunakan teori-teori Kriminologi. Contoh: adanya faktor ekonomikah atau unsur dendam, dst)
• Temukan bagaimana caranya Ryan melakukan pembunuhan (menghabisi nyawa) terhadap korban-korbannya (Vincent Yudi Priyono; Ariel Somba; Grandy; Guruh Setyo Pramono alias Guntur; Agustinus Fitri Setiawan; Nanik Hidayati; Sylvia Ramadani Putri; Muhamad Aksoni; Zainal Abidin; Heri Santoso; Mr. X)
• Temukan kondisi psikologis Ryan ketika melakukan kejahatan dan setelah tertangkap. Contoh: apakah Ryan melakukan pembunuhan tersebut demi kesenangan,tertekan dll, kondisi Ryan saat dipenjara, saat pemeriksaan tes kebohongan, dll)

* Jangan lupa sertakan sumber bahan diperoleh darimana dan tanggal pemberitaan.

C. Batasan kajian hukum pidana positif:
• Lakukan analisis bagaimana tindakan hukum terhadap pelaku (dapatkah kasus tersebut dipidanakan, penggunaan pasal KUHP atau UU terkait.
• Cari Tahapan Perkembangan Kasus Ryan (sejak kasus terbongkar hingga perkembangan terahir). Contoh: Ryan ditangkap tanggal berapa? Pemeriksaan BAP, Rekontruksi, Persidangan dst)
* Jangan lupa sertakan sumber bahan diperoleh darimana dan tanggal pemberitaan.

Instrumen Penilaian :
1. Validitas kasus dan sumber bahan berita pilihan. (20 %)
2. Pendalaman Analisis: Ilmu Kriminologi dan Hukum Pidana terhadap kasus. (40 %)
3. Keaktifan individu (pembagian tugas) dan kelompok (saat presentasi). (20 %)

Ketentuan Lain:
1. Tugas dikumpulkan dalam 2 bentuk:
• hard copy (makalah dijilid plastik warna merah, min 10 lebar menggunakan huruf Times New Roman 12, Spasi 1,5)
• Dan bentuk soft file nya dikirim via email: prakarsa_a@yahoo.com atau prakarsa79@gmail.com (dalam subject email, ketik TBA
2. Batas Pengumpulan Tugas Max Tanggal 27 April 2009 jam 13. 00 (setelah batas waktu ini maka tugas tidak akan diterima)
3. Sertakan Nama, NIM dan Kelas

*** (Jangan sia-siakan hasil usaha Anda dengan berbuat kecurangan atau memfasilitasi orang lain menjiplak hasil Anda. Terimakasih!) ***