Minggu, 12 April 2009

Psychology Criminal - Antropological Criminals

Artikel ini terjemahan dari www.bookrags.com/wiki/Anthropological_criminologyTop of Form


translated by;

Aliyth Prakarsa (Tenaga Pengajar Fakultas Hukum, Bidang Pidana UNTIRTA - Banten)


Daftar Isi

  1. Sejarah

  2. Mahzab Italia

  3. Pengambilan Foto dan Sidik Jari

  4. Aliran Sosial Darwinisme

  5. Teori

  6. Penolakan

  7. Jaman Modern

  8. Catatan Kaki

  9. Daftar Pustaka


Psikologi kriminil adalah ilmu tentang kehendak, pikiran, niat dan reaksi dari penjahat. Psikologi kriminil memiliki hubungan dengan bidang antropologi kriminil. Kajiannya lebih mendalam kepada apa yang membuat seseorang melakukan kejahatan, tapi juga reaksi setelah kejahatan, diluar atau didalam pengadilan. Pakar psikologi kriminil sering dipanggil sebagai saksi dalam kasus persidangan untuk menolong para juri memahami pikiran dari penjahat. Psikiatri juga berhubungan dengan aspek tingkah laku kejahatan.

Psikologi kriminil

Psikologi kriminil adalah ilmu tentang kehendak, pikiran, niat dan reaksi dari penjahat. Psikologi kriminil memiliki hubungan dengan bidang antropologi kriminil. Kajiannya lebih mendalam kepada apa yang membuat seseorang melakukan kejahatan, tapi juga reaksi setelah kejahatan, diluar atau didalam pengadilan. Pakar psikologi kriminil sering dipanggil sebagai saksi dalam kasus persidangan untuk menolong para juri memahami pikiran dari penjahat. Psikiatri juga berhubungan dengan aspek tingkah Psikologi kriminil
Psikologi kriminil adalah ilmu tentang kehendak, pikiran, niat dan reaksi dari penjahat. Psikologi kriminil memiliki hubungan dengan bidang antropologi kriminil. Kajiannya lebih mendalam kepada apa yang membuat seseorang melakukan kejahatan, tapi juga reaksi setelah kejahatan, diluar atau didalam pengadilan. Pakar psikologi kriminil sering dipanggil sebagai saksi dalam kasus persidangan untuk menolong para juri memahami pikiran dari penjahat. Psikiatri juga berhubungan dengan aspek tingkah laku kejahatan.

Sejarah
Riwayat
Bagian utama dari psikologi kriminil adalah mengetahui riwayat pelaku dimulai sejak 1940 ketika Kantor Pelayanan Strategis Amerika Serikat meminta William L. Langer anak dari Walter C. Langer, pembaharu psikiatri terkemuka, untuk menggambarkan riwayat/profil Adolf Hitler. Setelah Perang Dunia II ahli psikologi Inggris Lionel Haward ketika bekerja pada Angkatan Udara Kerajaan, menggambarkan urutan karakteristik dengan rangking tertinggi para penjahat perang Nazi dapat dipertunjukkan, untuk dapat dikenali diantara prajurit-prajurit biasa dan tentara udara yang telah tertangkap. Pada 1950, ahli psikiatri AS James A. Brussel menggambarkan apa yang menyebabkan menjadi profil luar biasa akurat dari pelaku pengeboman yang telah meneror New York. Perkembangan tercepat terjadi ketika FBI membuka akademi pelatihannya di Quantico, Virginia. Pelatihan itu mengantarkan pembentukan Pusat Nasional Analisis Kejahatan Kekerasan dan Program Penangkapan Penjahat Kekerasan National (Center for the Analysis of Violent Crime and the violent criminal apprehension program). Tujuannya adalah untuk memiliki sistem yang dapat diambil jaringan diantara kejahatan besar yang tidak terpecahkan. Di Inggris Raya, Profesor David Canter sejak pertengahan 1980 merupakan pelopor yang menolong untuk mengarahkan para polisi detektif kepada pelaku yang melakukan rangkaian serangan fatal, tapi Canter melihat batasan dari “periwayatan pelaku” – dalam hal, subjektifitas, pendapat pribadi dari seorang ahli kejiwaan (psikolog). Dia dan rekannya telah membuat definisi dari psikologi investigasi dan telah mencoba untuk pendekatan subjek dari apa yang telah mereka lihat sebagai sudut pandang yang lebih ilmiah.

Kritik
Diantara orang-orang yang tercatat sebagai pengkritik bagaimana psikologi dan psikiatri penanganan kejahatan sebagai sebuah identifikasi adalah Filosof asal Perancis Michael Foucalt dalam Discipline and Punish. Foucalt menunjukkan bahwa, sejak keahirannya, penjara telah dikritik oleh para tokoh pergerakan reformis, yang telah menunjukkan bahwa penjara telah menciptakan kelas para penjahat profesional (residivis), terpisah dari kelas-kelas umumnya, dan sering digunakan oleh polisi sebagai informan dan untuk melaksanakan operasi terselubung. Dengan kata lain, jauh dari kejahatan yang mencekik, gerakan reformis menunjukkan bahwa pejara menciptakan dan melakukan sebuah kelas para penjahat profesional.

Selanjutnya, Foucalt menyimpulkan bahwa penjara telah diduga keras gagal (dalam merehabilitasi para penjahat) bahwa kenyataanya itu berhasil, dan bahwa hal tersebut telah digunakan sebagai disiplin teknologi untuk mengatur populasi. Foucalt juga menujukkan bahwa, jika sistem penghukuman di Permulaan Eropa Modern telah menghukum kejahtan itu sendiri, tindakan itu sendiri, displin baru sistem telah menghukum seseorang, dan bukannya kejahatan. Tidak dipertanyakan: “apa yang telah kau lakukan? (sebagaimana dalam aliran kriminologi klasik; seperti Cesare Beccaria dan Jeremy Bentham), tetapi “who are you?” (sebagai mana dalam aliran Italia, Cesare Lombroso, dll) dalam pandangan ini, peranan antropologi kriminl, psikiatri, dll., menjadi bukti sebagai perangkat yang telah digunakan untuk menciptakan gagasan dari ”orang berbahaya”

Kriminologi Antropologis (terkadang sering juga disebut antropologi kriminal, gabungan kajian ilmu mengenai manusia dan ilmu kriminal) merupakan sebuah bidang untuk mengetahui riwayat pelaku, berdasarkan hubungan-hubungan antara sifat jahat dan kepribadian atau tampilan fisik dari pelaku. Meskipun ada kesamaan dengan physiognomy dan phrenology, istilah antropologi kriminil secara umum merupakan hasil pemikiran dari Kriminologi Mahzab Italia pada akhir abad ke 19 (Cesare Lombroso, Enrico Ferri, Raffaele Garofolo).

(untuk lebih lengkap klik disini)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar